Apabilaia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan, apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir. Kecuali, orang-orang yang senantiasa mendirikan shalat. (QS al-Ma'arij: 19-22). Dia (Ya'qub) menjawab, hanya kepa da Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS Yusuf: 86). Suatuketika seorang perceramah berkhotbah di mimbar depan para jamaah. Ia menceritakan suatu cerita yang menarik dan kaya makna untuk didengar. Alkisah Malaikat Izrail datang berkeluh kesah ke hadapan Allah ta'ala. Malaikat Izrail berkata, "Ya Allah, aku sedang sedih sekali". Dalamkehidupan selalu ada kebahagiaan dan kesulitan. Ketika menghadapi kesulitan hidup banyak yang tidak sabar. Menggerutu, berkeluh kesah, seakan kesulitan tidak pernah berakhir. Ketahuilah, kesulitan yang diberikan oleh Allah melatih untuk bersabar. Berikut ini lima janji Allah untuk hamba-Nya jika bersabar dalam hadapi kesulitan. Ingin tahu? keluhkesah manusia Dalam realita kehidupan, kita sering sekali mempertanyakan atau mengeluhkan apa yang diberikan oleh Allah kepada kita. Terkadang, kita sering menyatakan keluh kesah dengan apa yang menimpa kita, yang mana sebenarnya allah SWT telah menjelaskannya dengan gamblang di dalam firman-Nya. Dihadapan manusia, seakan hidupnya tanpa masalah dan tanpa rintangan, padahal rintangan dan cobaan silih berganti menerpanya. Orang yang beriman yakin bahwa hati dan tangan manusia dibawah kuasa Tuhan, yang kuasa mengendalikannya kapan, dimana dan untuk siapapun yang Ia kehendaki. Karenanya hanya kepada-Nya orang beriman berkeluh kesah: Allahmenggunakan kata "khuliqa" yang artinya hal itu adalah sesuatu yang sejak awal ada pada diri manusia. Seperti bayi, kalau ada sesuatu yang mengganggunya dia akan langsung menangis. Dari waktu ke waktu dia akan berlatih untuk memperbaiki reaksinya. Ada orang yang terlatih untuk menahan lingkungan yang tidak enak yang dialaminya. Islammengajarkan umatnya tak mudah berkeluh kesah. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTAโ€” Jika kita renungkan dengan baik, sejatinya setiap hari marupakan hari baik yang telah dipersembahkan Allah SWT Sang Pencipta untuk para hamba-Nya. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya hidup untuk dijalani dan dinikmati bukan diratapi. "Jalanilah hari ini dengan 6 Berkeluh kesah akan menambah dosa dan azab di akhirat. Rasulullah SAW bersabda,"Dahulu ada seseorang sebelum kalian yang terluka dan berkeluh kesah (tidak sabar), lantas dia mengambil pisau dan mengerat tangannya. Darahnya terus mengalir sampai ia meninggal. Allah berkata, 'Hamba-Ku mendahului-Ku dengan membunuh dirinya. MengeluhKepada Allah Meskipun Pada Perkara Yang Dianggap Sepele Allah adalah Pencipta yang suka jika hambaNya mengeluh dengan berdoa kepadanya seraya menunjukkan kelemahan, kehinaan, dan ketidak mampuan sang hamba di hadapanNya. Allah berfirman : ุฃูŽู…ูŽู‘ู†ู’ ูŠูุฌููŠุจู ุงู„ู’ู…ูุถู’ุทูŽุฑูŽู‘ ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุนูŽุงู‡ู ูˆูŽูŠูŽูƒู’ุดููู ุงู„ุณูู‘ูˆุกูŽ Penulis kecilnyaaku. -. Agustus 3, 2022. 0. 7. Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah Ayat 155. Pengarahan kepada kaum mukmin, dan ujian dari Allah kepada mereka dengan berbagai bentuk ujian agar Dia membalas mereka dengan balasan yang paling baik. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman: Datangmengadu kepada Allah dahulu, atau mendatangi manusia untuk berkeluh kesah. Berikut saya kutipkan beberapa hadits beserta sedikit penjelasannya yang berkaitan dengan doa, agar Anda menjadi semakin yakin bahwa kekuatan itu ada pada doa. Dan sesungguhnya seluruh makhluk itu lemah, kecuali orang yang mau berdoa. ๏ปฟBerkeluhkesah Ketika Ditimpa Musibah. Musibah akan senantiasa menimpa seorang mukminah (wanita yang beriman kepada Allah), hingga ia berjalan di muka bumi tanpa ada suatu kesalahan pun pada dirinya. Jika ia ridha, maka Allah pun akan ridha kepadanya. Namun, jika ia berkeluh kesah, maka ia akan mendapatkan kemurkaan dari Allah. Denganberkeluh kesah, kita sebenarnya mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya, yang butuh pada Tuhannya (Allah). Dan saat kita mengadu dan berkeluh kesah pada Allah, sesungguhnya kita merasa dekat dengan Allah dan percaya bahwa Allah mau mendengar curhat kita. Inilah nilai ubudiyah/penghambaan yang sesungguhnya. Berkeluhkesah kerap terjadi, karena sejatinya manusia menurut pembawaannya memiliki sifat mengeluh. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah, apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah." (QS Al-Ma'arij: 19-20) Ada sebuah kisah terjadi pada teman penulis. Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah Swt. dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya" (Q.S Al-Baqarah: 112). Taruhlah kening di atas tanah, bicarakanlah kepadaNya, curahkan semua luapan hati agar semakin sedikit orang yang tau masalah yang terjadi. IYFG2. SAUDARAKU, Keluh kesah tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Ungkapan-ungkapan keluh kesah menunjukkan ketidaksabaran kita dan ketidakmenerimaan kita terhadap takdir Allah. Sudah seharusnya kita meminimalisir berkeluh kesah. Mari kita latih diri kita untuk bisa merespon keadaan dan menghadapi orang lain secara santun. Kesantunan akan membuat batin lebih lapang. Kesantunan akan mampu menaklukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan dengan kekerasan. Karena, kalau orang-orang keras dilawan dengan kekerasan, maka itu akan merasa bagian dari dunianya. Tapi, kalau orang-orang yang bertemperamen keras itu diberi kelembutan yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam, mereka akan terbawa lembut juga. Contohnya, orang sekeras Umar bin Khattab atau Khalid bin Walid bisa jatuh tersengkur menagis oleh lembutnya lantunan Al Quran. Berkeluh kesah seringkali membuat kita terdramatisasi oleh masalah. Seakan-akan rencana dan keinginan kita lebih baik daripada yang terjadi. Padahal, belum tentu. Siapa tahu, di balik kejadian yang mengecewakan menurut kita, ternyata sarat dengan perlindungan Allah Swt. Allah Swt. berfirman, โ€œ..boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,โ€ QS. Al Baqarah [2] 216. Allah menolong kita dengan tuntunan-Nya. Tuntunan itu tidak selalu dengan terkabulnya keinginan kita. Karena Allah Mahatahu di balik apapun keinginan kita. Baik keinginan jangka pendek, maupun jangka panjang. Kita tidak bisa mendeteksi secara cermat. Kadang-kadang kita hanya mendeteksinya sesuai dengan hawa nafsu kita. Berkeluh kesah seperti nampak sepele. Tetapi, itu akan menjadi tolak ukur kualitas pengendalian diri kita. Ketahuilah bahwa kualitas seseorang itu tidak diukur dengan hal yang besar-besar, tetapi oleh yang kecil-kecil. Kalau kita ingin melihat suatu komplek perumahan yang berkualitas, maka cukup kita lihat saja rumput di halamannya. Kalau komplek itu berkualitas baik, maka rumputnya pun akan nampak terawat dengan baik. Marilah kita respon setiap kejadian demi kejadian dengan respon yang positif. Mengapa? Karena setiap respon akan mempengaruhi persepsi kita terhadap masalah yang kita hadapi dan cara kita menyelesaikannya. Lebih dari itu, akan berdampak pula kepada orang-orang di sekitar kita. Apalagi berkeluh kesah termasuk penyakit hati, bentuk ketidaksabaran kita dalam menerima ketentuan dari Allah. Ada hadits qudsi yang menyatakan bahwa โ€œBarang siapa yang tidak ridha terhadap ketentuan-Ku, dan tidak sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku,โ€ HR. Bukhari dan Muslim. [] JAKARTAโ€” Cara terbaik mengadukan segala keluh-kesah adalah hanya kepada Allah SWT, sebagaimana Nabi Muhammad SAW mengeluhkan perbuatan kaumnya kepada Allah azza wajalla. Kadang kala, ketika seseorang berkeluh kesah kepada orang lain, hal itu tidak memberikan jalan keluar, justru membuka masalah baru atau memberatkan orang lain. Sedangkan Allah SWT pasti memberikan jalan keluar ketika kita meminta kepada-Nya. Seorang Muslim yang baik tidak akan mengeluhkan takdir Allah SWT kepada manusia. Sebab dia mengetahui itulah takdir yang diberikan Rabb yang Mahamengasihi. Ada hikmah yang tersembunyi dari takdir itu yang akan berakhir dengan kebahagiaan. Sifat keluh kesah pada diri manusia, sesungguhnya akan dapat terobati dan terkurangi, bahkan energi negatif dari sifat keluh kesah bisa diubah menjadi energi positif, manakala seseorang mampu melakukan delapan hal yang ditawarkan Alquran dalam surat al-Maarij ayat 23-34. Pertama, selalu melanggengkan sholat. Dalam kondisi dan situasi apa pun, mereka selalu melakukan sholat. ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ูฐ ุตูŽู„ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ุฏูŽุงุฆูู…ููˆู†ูŽ โ€œYang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya.โ€ QS Al-Maarij ayat 23 Kedua, menyisihkan sebagian harta yang dia miliki untuk ditasarufkan kepada yang berhak menerima. ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูููŠ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ุญูŽู‚ู‘ูŒ ู…ูŽุนู’ู„ููˆู…ูŒ โ€œDan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu.โ€ Q Al-Maarij ayat 24 Ketiga, senantiasa percaya terhadap hari pembalasan, pada dirinya tidak ada rasa dendam, rasa iri dengki, walaupun dizalimi oleh orang lain. Karena dia yakin bahwa akan ada hari pembalasan di mana orang yang baik akan dibalas dengan kebaikan, begitu juga sebaliknya. ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุตูŽุฏู‘ูู‚ููˆู†ูŽ ุจููŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู โ€œDan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan.โ€ QS Al-Maarij ayat 26 Keempat, tidak pernah takut kecuali kepada Allah SWT. Dengan takut kepada Allah, dapat mendorong manusia untuk meningkatkan amal ibadah kepada-Nya dan selalu menghindar dari segala macam perbuatan maksiat dan dari berbagai bencana yang akan mengakibatkan kemurkaan Allah SWT. ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู ุฑูŽุจู‘ูู‡ูู…ู’ ู…ูุดู’ููู‚ููˆู†ูŽ โ€œDan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.โ€ QS Al-Maarij ayat 27 Kelima, senantiasa menjaga kemaluannya. ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ู„ูููุฑููˆุฌูู‡ูู…ู’ ุญูŽุงููุธููˆู†ูŽ โ€œDan orang-orang yang memelihara kemaluannya.โ€ QS Al-Maarij ayat 29 Baca juga Islam akan Jadi Agama Mayoritas di 13 Negara Eropa pada 2085, Ini Daftarnya Keenam, selalu menjaga amanah yang diberikan kepadanya. ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ู„ูุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุนูŽู‡ู’ุฏูู‡ูู…ู’ ุฑูŽุงุนููˆู†ูŽ โ€œDan orang-orang yang memelihara amanat-amanat yang dipikulnya dan janjinya.โ€ QS Al-Maarij ayat 32 Ketujuh, selalu bersaksi dengan adil. ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ุจูุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ู‚ูŽุงุฆูู…ููˆู†ูŽ โ€œDan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.โ€ QS Al-Maarij ayat 33 Kedelapan, selalu menghiasi kehidupannya dengan sabar dan shalat sebagai penolong. Sabar dan salat ini merupakan kunci keberhasilan hidup di dunia. Rasulullah SAW mengajari kita untuk tidak mengadu permasalahan hidup ini kepada orang lain, tetapi mengadulah seluruh permasalahan kita dengan kesabaran kepada Allah SWT. ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ูฐ ุตูŽู„ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ูŠูุญูŽุงููุธููˆู†ูŽ โ€œDan orang-orang yang memelihara shalatnya.โ€ QS Al-Maarij ayat 34 BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini JAKARTA - Apakah kita termasuk orang yang sering mengeluh? Manusia hidup di dunia ini dalam keadaan susah payah. Tengoklah ke kanan dan ke kiri, kita tidak melihat kecuali orang-orang yang mengalami musibah dan tidak menyaksikan kecuali orangorang yang sedang mengeluh kesakitan. Itu jika kita melihat dari sisi amat negatif. Dalam bahasa Arab, kata keluhan dan aduan diungkap dengan syakwa. Asal kata ini adalah fathasy syakwah yang berarti membuka bejana kecil. Yaitu, jika bejana kecil itu dibuka mulutnya maka akan terlihatlah air yang ada di dalamnya. Dan itulah keluhan. Ia ter simpan dalam hati, tetapi jika telah di ungkap dalam kata-kata maka terbukalah semua yang tersimpan. Mengeluh dalam Alquran tidak banyak disebutkan, tapi beberapa di antaranya mengajarkan untuk menemukan solusi dari berkeluh kesah. Sesung guhnya manusia diciptakan sukanya berkeluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan, apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir. Kecuali, orang-orang yang senantiasa mendirikan shalat. QS al-Ma'arij 19-22. Dia Ya'qub menjawab, hanya kepa da Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui. QS Yusuf 86. Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu Muhammad tentang suaminya, dan mengadukan halnya kepada Allah, dan Allah Mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat. QS al-Mujadilah 1.Nasihat Rasulullah Kitab Uqudullujain Karya Imam Nawawi Al-Bantan memuat kisah yang menyemangati para istri atau wanita yang akan menikah, juga untuk bahan renungan bagi suami untuk lebih menyayangi istrinya. Karena dalam rumah tangga, wanita memiliki tugas yang sangat berat. Hal tersebut tergambar pada kisah Fatimah Az-Zahra. Suatu ketika, Rasulullah mendatanginya. Wanita itu dalam keadaan menangis sambil menggiling gandum. Melihat putrinya yang sedang menangis, Nabi mendekati putrinya, lalu bertanya, Wahai Fatimah mengapa engkau menangis? Allah tidak menyebabkan matamu menangis. Lalu, Fatimah menceritakan kepada ayahnya perihal sesuatu yang membuatnya menangis, Wahai ayahku, aku menangis karena kesibukan tugas rumah tangga yang aku kerjakan setiap hari tanpa seorang pun yang membantu. Kemudian, Nabi duduk di samping Fatimah. Lalu, Fatimah melanjutkan ceritanya, Wahai ayahku, dengan keutamaan yang engkau miliki, tolong katakan pada Ali supaya mau membelikan budak untukku agar dapat membantu menggiling gandum dan mengurusi pekerjaan rumah. Setelah mendengar cerita tersebut, Nabi SAW berdiri dan mengambil gandum dengan tangannya mengucapkan bismillah. Kemudian, Nabi berkata kepada putrinya sebagai bentuk nasihat dan penyemangat supaya putrinya tidak lagi mengeluh ketika melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri. Beliau memberikan lima nasihat kepada Fatimah terkait keluhannya. Wahai Fatimah, Allah ingin menulis kebaikan untukmu, melebur dosa-dosamu,dan mengangkat derajatmu. Wahai Fatimah, tiada istri yang meng giling tepung untuk suami dan anak nya kecuali Allah mencatatkan kebaikan baginya pada setiap biji dari gandum, meleburkan dosanya, dan meninggikan Fatimah, tiada keringat istri ketika menggiling tepung untuk suaminya kecuali Allah menjadikan jarak baginya dan neraka sejauh tujuh khanadiq. Wahai Fatimah, tiada istri ketika me makaikan minyak rambut pada kepala anaknya, menyisir, dan mencuci pakaiannya kecuali Allah mencatatkan baginya senilai pahala orang yang memberi makan seribu orang lapar dan ditambah dengan pahalanya orang yang memberi pakaian pada seribu orang Fatimah, ketika seorang istri mengandung janin di perutnya, malaikat memintakan ampun untuknya, Allah menulis 15 ribu kebaikan baginya, ketika datang rasa sakit melahirkan, Allah SWT menulis pahala baginya senilai pahala mujahidin, dan ketika seorang bayi telah lahir darinya maka Allah mengeluarkan berbagai macam dosa darinya hingga dia bersih kembali sebagaimana hari ketika dia dilahirkan oleh hanya Kepada AllahBerkatalah Rasul Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Alquran itu sesuatu yang diacuhkan. Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiaptiap Nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong. QS al- Furqan 30-31. Cara terbaik mengadukan segala keluh-kesah adalah hanya kepada Allah, sebagaimana Nabi mengeluhkan perbuat an kaumnya kepada Allah azza wajalla. Kadang kala, ketika seseorang berkeluh kesah kepada orang lain, hal itu tidak memberikan jalan keluar, justru membuka masalah baru atau memberatkan orang lain. Sedangkan, Allah pasti memberikan jalan keluar ketika kita meminta kepada-Nya. Seorang Muslim yang baik tidak akan mengeluhkan takdir Allah kepada manusia. Sebab, dia mengetahui itulah takdir yang diberikan oleh Rabb Yang Maha Mengasihi. Ada hikmah yang tersembunyi dari takdir itu yang akan berakhir dengan kebahagiaan. Sifat keluh kesah pada diri manusia, sesungguhnya akan dapat terobati dan terkurangi, bahkan energi negatif dari sifat keluh kesah bisa diubah menjadi energi positif, manakala seseorang mampu melakukan kebaikan.

berkeluh kesah pada allah