Organisasinon pemerintah Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group juga mengomentari hal ini. Bila Presiden memborong burung dari Pasar Pramuka, dikhawatirkan memberikan pesan pada pelaku
ScorpionWildlife Trade Monitoring Group) But Yulius Suprihardo, spokesman for Taman Safari, denied the lion had been drugged, saying most cubs slept for 12 hours a day. Read more:
SCORPIONUrges Government to Ban Animal Trading (July 1, 2015) Jakarta (Antara Bali): The non-governmental organisation working on wildlife conservation, SCORPION, urges the government to prohibit protected wildlife trading."We ask the government to shut down illegal wildlife trades," Senior investigator of SCORPION Marison Guciano said in a statement received by Antara here Tuesday.
Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group Posts Two Videos of Starving Sun Bears. on May 21, 2016. Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Share to Pinterest. Newer Post Older Post Home. Additional Entries Coming Soon! Featured Post. The Players. Blog Archive.
Thecruel scenes were shot at Taman Safari in Indonesia, which has since faced calls from Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, an animal protection NGO, to face an investigation into the
Keduahewan itu diamankan dari rumah pegawai harian lepas (PHL) Pemda DKI Jakarta di lingkungan Kecamatan Cipayung Jakarta Timur.
Thisnew organization must include JAAN and Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group to represent and give voice to the animals and also to enforce the department's 2011 basic animal welfare law and bring about real change where the physical and psychological aspects of the animals are addressed and fulfilled. There is no shame in accepting help.
. Indonesia's Bandung Zoo is nothing short of horrific and barbaric. A video of skeletal Sun Bears begging for food in the enclosures has recently gone viral on social media and has sparked an outrage. The Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, which shot videos of the bears last year, said it now wants the zoo closed down.
InJune 2017, Change For Animals Foundation and our partners at Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group and Animals Asia launched a campaign to end the exploitation of two sun bears at the POD Chocolate Factory and Café in Bali. Ajib, a 12 year old Sumatran sun bear and her baby, Marsha, were being used as photo props to entertain tourists
Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar segera memindahkan Giring, seekor harimau Sumatera yang dititipkan di Pusat Pelatihan Gajah (PPG) Seblat Bengkulu Utara," kata investigator senior Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, Marison Guciano.
ScorpionWildlife Trade Monitoring Group 18. 1. 2017 17:56 VloĆŸit AktivistĂ© bojujĂcĂ za prĂĄva zvĂĆat obviĆujĂ vedenĂ a zamÄstnance zoo v indonĂ©skĂ©m Bandungu z tĂœrĂĄnĂ zvĂĆat hladem. ZveĆejnili videa, na kterĂœch jsou zachyceni mĂstnĂ medvÄdi malajĆĄtĂ v zuboĆŸenĂ©m stavu a ĆŸebrajĂcĂ o jĂdlo, navĂc majĂ ve vĂœbÄhu
YaysanScorpion masih ingin memeriksa beruang-beruang madu di Bandung, meski menurut pemerintah beruang-beruang ini 'sehat'. Sumber gambar, SCORPION WILDLIFE TRADE MONITORING GROUP.
Namun dalam video berdurasi 57 detik yang diunggah di akun facebook Scorpion Wildlife Trade Monitoring tersebut tampak si raja hutan mengantuk bak orang sedang dalam pengaruh obat bius. Investigator senior Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group Marison Guciano pun mengecam perlakuan yang diberikan pihak Taman Safari Indonesia terhadap singa itu.
MenurutInvestigator Senior Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group Marison Guciano, perlakuan yang dialami Elsa dan Giring sungguh teramat tragis. Dua Harimau Sumatera yang tercatat dalam Appendix I CITES yaitu spesies yang terancam punah diperlakukan seperti seonggok barang rongsokan yang tidak berguna.
Iamempertanyakan sikap aktivis pencinta fauna dari Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, yang menyebarkan kembali video beruang madu yang tampak kelaparan. (Baca juga Lapar, Beruang di Kebun Binatang Bandung Makan Kotorannya Sendiri) Pada Mei 2016, Scorpion pernah mengunggah video beruang madu yang tampak kelaparan di KBB.
5HR0eiv. Jakarta - Organisasi non Pemerintah Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group berhasil membantu Polda Metro Jaya membongkar dan menangkap dua sindikat perdagangan satwa langka. Dua sindikat tersebut beroperasi melalui internet dan melibatkan jaringan internasional. Dalam sepekan terakhir, pembongkaran sindikat perdagangan satwa langka ini bermula dari investigasi Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group yang melakukan penyamaran menjadi pembeli satwa langka yang ditawarkan melalui akun Facebook. Scorpion mulai menyelidiki perdagangan online satwa yang dilindungi ini sejak dua bulan yang lalu. Polda Metro Jaya secara keseluruhan berhasil menangkap tujuh pelaku yang terlibat dalam perdagangan satwa langka. Satu diantaranya merupakan warna negara Libya dan satu lagi seorang dokter hewan karantina Bandara Soekarno Hatta. Polisi juga menyita sejumlah satwa yang dilindungi seperti Macan Dahan, Beruang Madu, Owa Jawa, Burung Merak, Alap-Alap dan Kucing Hutan. Investigator Senior Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group Marison Guciano mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya yang sangat cepat dan profesional untuk menuntaskan kasus tersebut. Dirinya berharap, pelaku perdagangan satwa langka bisa dihukum berat. Selain perdagangan satwa langka secara online, Marison juga meminta agar Kepolisian dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA memberantas perdagangan satwa yang dilindungi di pasar pasar satwa. "Perdagangan satwa yang dilindungi di pasar pasar satwa tidak terkontrol. Scorpion yang melakukan pemantauan perdagangan satwa langka di pasar-pasar satwa setiap minggu selalu menemukan satwa yang dilindungi untuk diperjual-belikan," kata Marison, Minggu 22/11. Dijelaskan, satwa dilindungi yang diperjual belikan diantaranya adalah lutung, elang tikus, elang ular bido, berang berang, dan lainnya. Satwa satwa itu dapat dengan mudah dijumpai karena dijual secara terbuka di dalam kandang kandang berukuran kecil. âPasar pasar satwa yang dipantau Scorpion adalah pasar satwa Jatinegara, Pramuka dan Barito di Jakarta. Satwa satwa dilindungi yang dijual secara terbuka di pasar pasar satwa ini umumnya berstatus CITES Appendix 2, yaitu spesies yang tidak terancam kepunahan, tapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan. Sedangkan untuk satwa dengan status Apendiks I biasanya diperdagangkan secara tertutup di pasar pasar satwa. Appendix 1 adalah seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional. Menurut Marison, BKSDA dan Kepolisian harus melakukan razia di pasar pasar satwa secara rutin untuk menekan perdagangan satwa langka yang kian marak. Scorpion sendiri ditegaskan, sudah sering melaporkan perdagangan satwa langka di pasar pasar satwa ini kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta. Namun, laporan tersebut hingga saat ini belum ada tindak lanjut. Perdagangan satwa langka di pasar pasar satwa tetap berlangsung secara terbuka dan tak terkontrol. Sumber Suara Pembaruan Saksikan live streaming program-program BTV di sini
If you are the application owner check the logs for more information.
Posted on 2238 March 20th, 2017The Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group today Monday, 20th of March 2017 carried out a demonstration in front of the headquarters of the Ministry of Environment and Forestry protesting the exploitation of wild animals for entertainment in Indonesia. Participants of the demonstration, which consisted of Scorpion staff and supporters, held various banners saying, amongst other things, âStop Exploitation of Wild Animals,â âWildlife, Not Entertainers,â âAnimals Are Not Toys,â âStop Animal Exploitation Now.âThe Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group urged the Indonesian Ministry of Environment and Forestry to cease all cruel wildlife shows at the Indonesian zoos and safari parks, including a travelling circus. The wildlife shows include circus tigers, elephants, dolphins, sun bears and the use of wild animals such as tigers and orangutans as photo props. According to the monitoring of the Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, some zoos and safari parks in Indonesia still carry out wildlife shows or use wild animals for photo props, including in Taman Safari Indonesia Cisarua Bogor, Safari Park Prigen Pasuruan; Gembiraloka Zoo Yogyakarta; Bali Zoo; and a travelling circus run by Oriental Circus Indonesia and PT Wersut Seguni Indonesia."In addition to endangering the safety of humans, as happened in the incident of a little girl being attacked by a tiger cub recently in East Java, using wildlife in shows is a form of cruelty to animals," said Marison Guciano, Senior Investigator of the Scorpion Foundation. According to Marison, wildlife sows are clearly a form of exploitation of animals. They have a negative impact by creating insensitivity within the public domain regarding the abuse of animals. Shows like this also teach children to regard animals as mere objects to be used and abused for entertainment. They have no educational or conservation value whatsoever.â In addition,â he said, âanimal trainer and showmen frequently engage in negative treatment or punishment such as whipping, beating and striking the animals; forcing them to carry out tricks that are unnatural. These trainers believe that animals can only be "controlled" by pain, hunger and fear. The use of wild tiger cubs for photo opportunities is a cruel practice because the cub is separated from its mother and subjected to unnatural and stressful situations. This could certainly have negative consequences, significantly to the psychological condition of the cubs and the cubâs mother.âIndonesia is between 10 to 20 years behind many other countries which have already improved upon their treatments of wild animals. We need to change this and radically alter our approach to the treatment and welfare of captive animals,â said Programme Director of Scorpion Foundation, Gunung Gea.âThe Ministry of Environment and Forestry officers should be listening to all the NGOs that are calling for improvement of animal treatment in Indonesia. It is time for these institutions and government agencies to stand up and take notice. People from all over the world are outraged about the poor treatment of wild captive animals, and Indonesia needs to make a radical change to our approach to this issue,â Gunung Gea
The page you are looking for doesn't exist or has been moved.
scorpion wildlife trade monitoring group